Kamis, 27 Mei 2010

Bab 6 Dakwah dan Tabligh, Keutamaan Dakwah Keluar di Jalan Allah- Bag 2

Ayat-Ayat  Al-Qur'an

Allah ta’ala berfirman:

16. “(Luqman berkata): ‘Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar, dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).’” (Q.S. Luqman: 17).

17. “Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, ‘Mengapa kalian menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengadzab mereka dengan adzab yang amat keras?’ Mereka menjawab, Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu dan supaya mereka bertaqwa.’ Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zhalim siksaan yang keras, karena mereka selalu berbuat fasik.” (Q.S. Al-A’raaf: 164-165).

Keterangan
Mereka menjawab, Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu. Maksudnya, “Nasihat kami merupakan penyempurnaan alasan kepada Allah sehingga kami tidak akan dikatakan lalai dari mencegah kemungkaran.” (Tafsir Baidhawi).

18. “Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kalian, orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang dari (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zhalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. Dan Tuhan kalian sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. Hud: 116-117).

Keterangan
Orang-orang yang mempunyai keutamaan (ulu baqiyyah) adalah orang-orang utama, beragama, dan shalih, yang hanya tinggal tersisa sedikit di tengah-tengah umat yang sesat dan rusak; Umat yang telah dikuasai kesesatan dan kerusakan. Namun masih ada orang shalih yang masih tersisa, yang menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.
Dari ayat tersebut dapat diambil pelajaran bahwa manusia selalu dalam kebaikan jika di antara mereka masih ada orang-orang yang mempunyai keutamaan dan kebaikan, yang menyuruh manusia untuk berbuat kebaikan dan mencegah mereka dari kemungkaran. (Aisarut-Tafasir).

19. “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Q.S. Al-‘Ashr: 1-3).

20. “Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (Q.S. Ali Imran: 110).





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

What Does This Blog Talk? Blog ini Bicara Tentang...

Blog ini memberikan informasi mengenai dalil-dalil shahih tentang enam sifat para shahabat Nabi. Bagi sebagian kaum muslimin yang mengingkari atau masih meragukan akan perkara enam sifat, sangat dianjurkan untuk membuka halaman blog ini dan bila masih kurang yakin, silahkan membaca langsung ke Kitab aslinya berjudul MUNTAHAB A HADITS karya Al hafizh Syeikh Maulana Zakariyya Al Kandahlawi rah. Semoga bermanfaat.

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP